
SIDOARJO. KemiriNews.Com | Tunggakan retribusi parkir di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai sekitar Rp900 juta menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, juru parkir yang tidak memenuhi kewajiban setoran akan dikenai sanksi, mulai dari surat peringatan hingga pemberhentian. Meski dicopot, kewajiban melunasi tunggakan tetap harus diselesaikan.
Subandi meminta seluruh juru parkir mematuhi ketentuan setoran sesuai target yang telah ditetapkan. Langkah penertiban ini dilakukan untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan parkir.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 80 persen titik parkir tercatat masih memiliki kewajiban setoran yang belum terselesaikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap penerimaan retribusi parkir.
“Secara umum tidak ada kendala serius. Namun, masih ada petugas yang menyetor tidak sesuai target. Jika surat peringatan tidak diindahkan, petugas dapat diberhentikan, sedangkan kewajiban tunggakannya tetap diproses,” jelas Budi.
Hingga Oktober 2026, realisasi pendapatan parkir Sidoarjo mencapai sekitar Rp3 miliar dari target Rp4 miliar. Sementara itu, target pendapatan parkir pada 2027 direncanakan meningkat menjadi Rp5,1 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, Subandi menekankan pentingnya kedisiplinan juru parkir, pengawasan setoran, serta pembenahan sistem pengelolaan parkir agar penerimaan daerah dapat lebih optimal.
Digitalisasi parkir juga menjadi salah satu upaya yang didorong pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi transaksi dan mempermudah pengawasan. Saat ini, sistem digital telah diterapkan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan GOR Sidoarjo.
Selain itu, terdapat sekitar 24 titik parkir yang belum bekerja sama dengan pemerintah daerah. Subandi mendorong agar titik-titik tersebut masuk ke dalam pengelolaan resmi sehingga penataan parkir dan penerimaan retribusi bisa berjalan lebih tertib.
Tak hanya menerapkan sanksi, pemerintah daerah juga menyiapkan penghargaan bagi juru parkir yang mampu memenuhi target setoran dan mendukung penerapan sistem digital. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petugas untuk meningkatkan kinerja.
“Kalau target terpenuhi dan sistem berjalan baik, saya akan berikan *reward* kepada teman-teman juru parkir. Kita ingin membangun budaya kerja yang disiplin, tetapi juga memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi,” pungkasnya.
Usai memberikan pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan sembako kepada para juru parkir dan se
si foto bersama. (Tim)
